Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Teknologi

ITB Tawarkan Kolaborasi AI, Pemkot Balikpapan Kaji Penguatan Smart City

46
×

ITB Tawarkan Kolaborasi AI, Pemkot Balikpapan Kaji Penguatan Smart City

Sebarkan artikel ini
Foto kolaborasi AI untuk penguatan smart city Balikpapan.

LAMDAK.CO, BALIKPAPAN — Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan kolaborasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperkuat pengembangan smart city. Rencana itu dibahas dalam audiensi Tim Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) ITB bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (15/10/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan infrastruktur data dan sistem analitik berbasis AI. Teknologi ini diharapkan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih akurat untuk kebutuhan ekonomi, sosial, lingkungan, dan pelayanan publik.

Example 300x600

Kolaborasi AI Balikpapan masih dikaji

Rahmad mengatakan Pemkot Balikpapan tidak akan menerima tawaran teknologi tanpa kajian. Pemerintah daerah lebih dulu menilai kebutuhan, kesiapan infrastruktur, dan manfaatnya bagi warga.

“Sepanjang itu manfaatnya baik untuk Kota Balikpapan, kita suruh kaji dulu bersama. Dibicarakan secara intensif,” kata Rahmad.

Ia menyebut kerja sama dapat diarahkan apabila hasil kajian menunjukkan teknologi yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan dan berdampak bagi masyarakat.

“Kalau memang itu sangat diperlukan dan bermanfaat untuk Kota Balikpapan, kita akan mengarahkan,” ujarnya.

ITB soroti pentingnya data untuk smart city

Direktur PIKKC ITB Prof Suhono Harso Supangkat menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan mendukung percepatan pembangunan Balikpapan melalui pemanfaatan teknologi. Menurut dia, pengelolaan data perlu diperkuat agar pemerintah memiliki dasar yang lebih baik saat mengambil keputusan.

“Persoalan data sebagai sumber daya di Balikpapan, sehingga kebijakan dan keputusan itu tepat, baik masalah ekonomi, sosial maupun lingkungan,” ungkap Suhono.

Ia mencontohkan, perbedaan definisi dan metode membaca data dapat menghasilkan pemahaman yang berbeda terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, analisis yang menyeluruh dibutuhkan agar kebijakan tidak hanya bertumpu pada satu indikator.

AI ditargetkan menjadi akselerator layanan publik

Selain pengelolaan data, teknologi yang ditawarkan ITB berpotensi mendukung penguatan sumber daya manusia, sektor industri, kualitas hidup, pelayanan publik, dan perencanaan pembangunan kota. Sensor juga dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih cepat dan mendekati kondisi waktu nyata.

“Teknologi bukan tujuan, tapi teknologi adalah sebagai akselerator di dalam membangun Kota Balikpapan,” tegas Suhono.

Suhono menambahkan, penerapan teknologi harus berangkat dari kebutuhan nyata daerah, bukan sekadar menjadi simbol digitalisasi.

“Kota Balikpapan itu mempunyai infrastruktur teknologi yang tepat. Bukan teknologi hanya sebagai aksesori, tetapi teknologi membantu mempercepat sehingga itu bermanfaat bagi Balikpapan,” katanya.

Pemkot Balikpapan selanjutnya mengkaji bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama ITB, termasuk kebutuhan teknologi, kesiapan infrastruktur, dan manfaatnya bagi peningkatan pelayanan publik.

Baca sumber pemberitaan terkait kolaborasi AI dan smart city Balikpapan.

Baca liputan teknologi dan transformasi digital lainnya di kanal Teknologi Lamdak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *