Seorang pekerja proyek ruko di kawasan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, mengamuk dan membakar bangunan yang tengah dikerjakannya pada Kamis malam (28/5/2026). Aksi nekat itu dipicu perselisihan dengan rekan kerjanya soal pembagian daging kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kronologi: Ribut Daging Kurban Berujung Pembakaran
Insiden bermula saat pelaku dan korban—yang sama-sama pekerja di proyek pembangunan ruko tersebut—terlibat adu mulut mengenai jatah daging kurban. Menurut sejumlah sumber, pelaku merasa tersinggung karena dianggap tidak berhak mendapat bagian daging kurban yang dibagikan di lingkungan sekitar proyek.
Perselisihan itu memuncak ketika pelaku tiba-tiba menganiaya rekannya secara fisik. Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian menyulut api dan membakar bangunan ruko yang masih dalam tahap konstruksi. Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian struktur bangunan.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berdatangan. Melihat aksi brutal pelaku—menganiaya rekan kerja dan membakar properti—massa yang emosi nyaris menghakimi pelaku di tempat.
“Pelaku nyaris tewas diamuk massa. Beruntung pihak kepolisian cepat tiba di lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan warga,” ungkap seorang saksi di lokasi kejadian.
Polisi Amankan Pelaku, Selidiki Motif Lengkap
Petugas Kepolisian Resor Samarinda yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi di Samarinda Utara. Polisi berhasil mengevakuasi pelaku dari kepungan massa yang sudah semakin beringas dan membawanya ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Samarinda membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa pelaku kini telah diamankan. “Kami masih melakukan pendalaman motif. Untuk sementara, pemicunya adalah perselisihan soal daging kurban. Korban penganiayaan sudah mendapatkan perawatan medis,” ujar Kapolres.
Polisi juga masih menghitung kerugian material akibat pembakaran ruko tersebut. Bangunan yang terbakar merupakan proyek ruko yang belum rampung, sehingga estimasi kerugian masih dalam proses asesmen.
Baca juga: Pria Lansia Tewas Tergantung di Jalan Ir Sutami Samarinda, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan
Jelang Idul Adha, Polisi Imbau Warga Jaga Kondusivitas
Insiden ini terjadi hanya berselang dua hari sebelum perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (30/5/2026). Menjelang hari besar keagamaan, potensi konflik sosial seperti sengketa pembagian daging kurban perlu diantisipasi.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan setiap perselisihan secara kekeluargaan. “Jangan sampai perbedaan pendapat soal hal sepele seperti jatah daging kurban berakhir dengan tindak pidana yang merugikan semua pihak,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Samarinda. Ia terancam dijerat pasal penganiayaan dan perusakan dengan sengaja yang dapat dikenakan hukuman penjara beberapa tahun.








