Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKaltimPolitik

Ditanya Soal Gaya Kepemimpinan, Rudy Mas’ud ke Demonstran: Ada yang Salah dengan Gaya Saya?

102
×

Ditanya Soal Gaya Kepemimpinan, Rudy Mas’ud ke Demonstran: Ada yang Salah dengan Gaya Saya?

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berdialog dengan demonstran di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.
Tangkapan layar video dialog Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan demonstran. Watermark dan teks video dipertahankan.

SAMARINDA — Dialog antara Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dengan sejumlah demonstran di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (21/5/2026), menarik perhatian publik setelah ia menanggapi tudingan kurang adab dan arogan.

Rudy menanggapi tudingan arogan

Dalam potongan video yang beredar, Rudy Mas’ud tampak mempertanyakan langsung tudingan tersebut kepada peserta aksi.

Example 300x600

“Loh, ada yang salah dengan gaya saya?” kata Rudy dalam dialog itu.

Pernyataan tersebut muncul setelah salah satu demonstran menilai gaya komunikasi Rudy dianggap arogan. Demonstran kemudian menjelaskan bahwa persoalan adab dalam forum seharusnya diselesaikan dengan memberi ruang kepada pihak yang ingin menyampaikan pendapat.

“Bagaimana persoalan itu bisa selesai kalau sesuatu yang mau disampaikan itu belum disampaikan?” ujar salah satu demonstran dalam forum tersebut.

Dua tuntutan demonstran di forum

Dalam dialog itu, demonstran juga menyampaikan dua tuntutan kepada Rudy Mas’ud. Pertama, meminta Rudy mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Kalimantan Timur.

Kedua, meminta Rudy sebagai Ketua Partai Golkar Kaltim agar menginstruksikan Fraksi Golkar mendukung hak angket.

“Kami meminta kepada Bapak Rudy Mas’ud untuk menginstruksikan Fraksi Golkar untuk mendukung hak angket,” ujar demonstran tersebut.

Ketegangan komunikasi di ruang publik

Rudy Mas’ud tampak mendengarkan penyampaian tuntutan itu di hadapan sejumlah peserta forum dan aparat pengamanan yang berada di lokasi.

Dialog tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan ketegangan komunikasi antara kepala daerah dan massa aksi. Isu yang disampaikan demonstran juga berkaitan dengan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak memihak masyarakat.

Untuk konteks lanjutan, pembaca bisa mengikuti berita di kategori Kaltim dan liputan bertema hak angket di Lamdak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *