Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisKaltim

Andi Harun Kejar Pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran, Terminal Penumpang Jadi Prioritas

17
×

Andi Harun Kejar Pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran, Terminal Penumpang Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin rapat percepatan pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran di Balai Kota Samarinda, Selasa 2 Juni 2026.
Rakor percepatan akses jalan menuju Terminal Pelabuhan Multipurpose Palaran di Balai Kota Samarinda, Selasa (2/6/2026). Foto: BAY/DOKPIM, diolah redaksi.

LAMDAK.CO, Samarinda — Pemkot Samarinda mempercepat pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran setelah Wali Kota Andi Harun meminta dokumen terminal penumpang dan terminal multipurpose segera dituntaskan. Arahan itu disampaikan dalam rapat koordinasi di Balai Kota Samarinda, Selasa, 2 Juni 2026, saat pemerintah kota menyiapkan relokasi aktivitas pelabuhan dari Jalan Yos Sudarso untuk mengurai kepadatan pusat kota.

Merujuk laporan awal yang terbit di Pranala.co, terminal penumpang di Palaran diposisikan sebagai target awal agar arus penumpang kapal tidak lagi menumpuk di kawasan tengah kota. Pemerintah kota menilai pemindahan ini sekaligus membuka ruang bagi penataan lalu lintas, pengurangan konflik kendaraan berat dengan permukiman warga, serta pembentukan simpul ekonomi baru di pinggiran Samarinda.

Example 300x600

“Siapkan dokumen terminal penumpang dan terminal multipurpose. Jangan sampai pelabuhan penumpang menjadi redup karena fokus pada multipurpose,” kata Andi Harun saat memimpin rapat koordinasi tersebut.

Terminal penumpang di Palaran jadi target awal

Pemindahan pelabuhan penumpang dari Jalan Yos Sudarso menjadi sasaran paling dekat yang ingin dikejar Pemkot Samarinda. Kawasan di pusat kota itu dinilai sudah terlalu padat untuk aktivitas keluar-masuk penumpang kapal, sementara kebutuhan distribusi logistik dan mobilitas warga terus meningkat.

Karena itu, Andi Harun menginginkan Terminal Penumpang Palaran yang lokasinya berdekatan dengan Terminal Peti Kemas bisa segera beroperasi. Langkah ini dipandang sebagai fase awal sebelum pengembangan Pelabuhan Multipurpose berjalan penuh.

“Target minimal kita, terminal penumpang bisa berjalan sehingga pemindahan pelabuhan penumpang dari Jalan Yos Sudarso dapat direalisasikan,” ujarnya.

Akses jalan jadi tantangan utama

Selain kesiapan terminal, persoalan akses jalan menjadi tantangan terbesar dalam rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran. Selama ini, kendaraan berat dan mobilitas logistik masih berpotensi melintasi jalan eksisting yang berdekatan dengan permukiman warga, sehingga rawan menimbulkan gangguan sosial dan menekan kenyamanan lingkungan sekitar.

Dinas Perhubungan Samarinda disebut telah memaparkan sejumlah opsi jalur pendekat. Dari hasil kajian awal, opsi kelima dinilai paling memungkinkan karena memanfaatkan eks jalan hauling milik PT MAC yang kemudian disambung dengan pembangunan jalan tembus baru menuju pelabuhan.

Skema itu dianggap lebih realistis karena struktur tanahnya relatif stabil dan kebutuhan anggarannya diproyeksikan lebih efisien dibanding opsi lain. Namun Andi Harun meminta hitungan biaya, terutama kebutuhan pembebasan lahan, ditelaah kembali agar keputusan final tidak menimbulkan beban baru bagi APBD.

Dampak logistik dan ekonomi kota

Bila proyek ini bergerak sesuai target, Palaran tidak hanya menjadi lokasi baru terminal penumpang dan pelabuhan multipurpose, tetapi juga berpotensi tumbuh sebagai pusat logistik baru Samarinda. Pergeseran aktivitas dari pusat kota ke kawasan pinggiran diharapkan membantu memperlancar arus barang, menekan kemacetan, dan memperbaiki tata ruang perkotaan.

Bagi Pemkot Samarinda, agenda ini juga terkait langsung dengan peluang peningkatan pendapatan daerah dalam jangka panjang. Arah penataan itu sejalan dengan langkah pemerintah kota menghidupkan titik ekonomi lain, termasuk kawasan Teras Samarinda yang mulai berkontribusi ke PAD setelah aktivitas publik di sana meningkat.

Dengan demikian, pemindahan Pelabuhan Samarinda ke Palaran bukan semata relokasi fisik, melainkan bagian dari strategi menata mobilitas, logistik, dan pusat pertumbuhan baru di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.