Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
IKN

Otorita IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Rp115,94 Miliar di KIPP Nusantara

14
×

Otorita IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Rp115,94 Miliar di KIPP Nusantara

Sebarkan artikel ini
Basuki Hadimuljono dan delegasi Korea Selatan saat groundbreaking Smart City Cooperation Center di KIPP Nusantara

Nusantara, 22 Juni 2026 — Otorita IKN bersama pemerintah Korea Selatan memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Proyek hibah senilai 9,9 miliar won atau sekitar Rp115,94 miliar ini disiapkan sebagai pusat kolaborasi teknologi, laboratorium AI & Robotics, dan ruang edukasi kota cerdas.

Rincian proyek itu juga dipaparkan dalam laporan Media Construction, yang menyebut groundbreaking berlangsung di Sub-Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, KIPP Nusantara.

Example 300x600

Kolaborasi Indonesia-Korea masuk tahap pembangunan fisik

Basuki Hadimuljono menyebut lokasi SCCC sangat strategis dan berharap kerja sama itu terus berlanjut. Ia juga ingin Korea Selatan membantu membangun laboratorium smart city yang bisa dipakai untuk pendidikan dan pengenalan teknologi baru bagi publik.

Menurut Basuki, fasilitas ini akan menjadi simbol kerja sama teknologi dan pengembangan kota cerdas antara Indonesia dan Korea Selatan di ibu kota baru.

Empat fungsi utama: control room, lab AI, urban farming, dan masterplan

Gedung SCCC dirancang seluas sekitar 1.098 meter persegi dengan dua lantai. Lantai pertama akan dipakai sebagai control room dan ruang pertemuan, sementara lantai kedua berisi area pameran teknologi serta AI & Robotics Lab. Area luar bangunan juga akan dimanfaatkan sebagai urban farming untuk demonstrasi teknologi kota cerdas yang ramah lingkungan.

Selain bangunan fisik, hibah ini juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta dukungan University of Seoul untuk Nusantara Smart City Forum dan program capacity building.

Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 setelah masa pembangunan sekitar 10 bulan. Di tengah penguatan ekosistem IKN, kerja sama ini melengkapi agenda infrastruktur dan ekonomi penyangga Nusantara, termasuk Jembatan Sungai Riko di Penajam dan penguatan UMKM lokal di PPU dan Kukar.