SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali membuka pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Senin, 21 September 2026, setelah kualitas udara membaik usai tiga hari pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi evaluasi PJJ dampak karhutla pada Minggu, 20 September 2026. Pemerintah kota menyebut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Samarinda berada di angka 28 atau kategori baik.
Sekolah samarinda tatap muka setelah ISPU membaik
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso melaporkan pemantauan di kawasan Taman Segiri menunjukkan tren kualitas udara membaik dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, karhutla masih menjadi perhatian karena hingga 20 September 2026 tercatat 198 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 428 hektare.
Wilayah dengan kasus terbanyak meliputi Kecamatan Palaran sebanyak 63 kejadian, Sambutan 55 kejadian, dan Samarinda Utara 35 kejadian. Di tingkat kelurahan, Pulau Atas mencatat 24 kejadian, disusul Bantuas 23 kejadian, Makroman 14 kejadian, dan Pakar 13 kejadian.
Sekolah diminta tetap batasi aktivitas luar ruang
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti menegaskan kembalinya siswa ke kelas bukan berarti kewaspadaan dihentikan. Sekolah diminta tetap memantau kualitas udara dan melindungi peserta didik.
“Anak-anak tetap menggunakan masker, kemudian aktivitas di luar ruangan dikurangi. Guru dan tenaga pendidik juga melakukan pemantauan secara mandiri. Kalau kondisi udara kembali memburuk, aktivitas di luar ruangan dikurangi dan anak-anak diarahkan tetap berada di dalam kelas,” tegas Neneng.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda juga diminta menindaklanjuti keputusan itu melalui surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan. Pemantauan dilakukan selama tiga hari setelah pembelajaran tatap muka kembali berjalan.
Status tanggap darurat karhutla masih berlanjut
Dari sisi cuaca, Stasiun Meteorologi APT Pranoto menyampaikan kondisi Samarinda pada 20 September relatif lebih baik dibandingkan 17 September. Pergerakan asap mulai bergeser mengikuti arah angin sehingga paparan asap berangsur berkurang.
Dinas Kesehatan Kota Samarinda melalui pemantauan 26 puskesmas juga melaporkan kualitas udara secara umum berada dalam kategori baik, sementara peningkatan kasus ISPA belum menunjukkan perubahan signifikan.
Meski sekolah kembali tatap muka, Pemkot Samarinda tetap memperpanjang status tanggap darurat karhutla tahap ketiga sebagai langkah antisipasi. Informasi resmi Pemkot Samarinda dapat dibaca melalui laman Sekretariat Daerah Kota Samarinda, sementara pembaruan isu daerah Kaltim lainnya tersedia di kanal Kaltim Lamdak.








