Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
IKN

Otorita IKN Siapkan Empat Tower Khusus Perempuan di HPK 2

18
×

Otorita IKN Siapkan Empat Tower Khusus Perempuan di HPK 2

Sebarkan artikel ini
Pegawai Otorita IKN di Hunian Pekerja Konstruksi untuk empat tower khusus perempuan

Nusantara — Otorita IKN memperkuat perlindungan bagi pekerja konstruksi perempuan dengan menyiapkan empat tower khusus di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) 2. Laporan lengkapnya juga bisa dilihat di IniBalikpapan.com.

Langkah ini dilakukan di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara, dengan fokus pada rasa aman, kenyamanan, dan kesetaraan bagi para pekerja yang tinggal di kawasan tersebut.

Example 300x600

4.302 pekerja, 716 di antaranya perempuan

Kawasan Hunian Pekerja Konstruksi saat ini dihuni 4.302 pekerja. Dari jumlah itu, 716 orang merupakan perempuan atau sekitar 16,6 persen, sementara 3.586 lainnya laki-laki.

Untuk menjaga keamanan dan privasi, Otorita IKN menyiapkan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang tersedia di HPK. Seluruh tower itu berada di area HPK 2 dan dikhususkan bagi pekerja perempuan.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra Nagara.

Akses tower dijaga ketat

Selain memisahkan hunian, pengelola juga menempatkan petugas keamanan perempuan di area tersebut. Petugas kebersihan disusun sesuai gender dan lokasi kerja, sementara CCTV dipasang di titik-titik strategis untuk memperkuat pengawasan.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib, dan aman,” ujar petugas keamanan HPK 2, Nirwana.

Penghuni merasa lebih nyaman

Kebijakan ini disambut positif oleh para penghuni. Sri, salah satu pekerja yang telah tinggal di HPK selama sekitar satu tahun, mengaku langsung ditempatkan di tower perempuan sejak pertama datang ke IKN.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” kata Sri.

Ia menambahkan, keberadaan petugas keamanan dan CCTV membuat lingkungan tempat tinggal terasa lebih aman dan mudah ditelusuri jika terjadi peristiwa tertentu.

Otorita IKN menegaskan, hunian yang aman dan inklusif adalah bagian dari upaya menjaga produktivitas pekerja sekaligus membangun ibu kota baru yang lebih modern dan ramah bagi semua penghuni.

Liputan terkait juga bisa dilihat di kategori IKN.